Studium General Tahun Akademik 2024/2025

Posted by:

Lombok Utara, STITI_NTB. Pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2024/2025, Studium General kembali diselenggarakan secara langsung di Aula Kampus STIT Islamiyah NTB, Sabtu (07/09/2024). “Kita berharap agar mahasiswa bisa terinspirasi dari materi-materi serta menambah pengetahuan di luar bidang studi. Supaya punya perspektif dan wawasan yang lebar,” kata Ketua STIT Islamiyah NTB. Kuliah umum ini menghadirkan banyak tokoh penting dan sosok inspiratif untuk memberikan wawasan atau pengetahuan umum di luar bidang studi mahasiswa.

Melalui Studium General, dengan tema “tantangan global dengan menjadi mahasiswa yang cakap teknologi, berkarakter dan unggul”. Mahasiswa dibekali wawasan umum tentang state of the art of technology and science, kebudayaan, kemanusiaan, dan tren global yang sedang mengubah dunia.

“Kuliah umum ini diharapkan dapat membuka wawasan dan membangkitkan semangat kebangsaan mahasiswa agar dapat berpikir tentang bangsa dan negara, serta menempatkan diri sebagai bagian dari solusi atas tantangan dan kompleksitas persoalan yang dihadapi,” ujarnya.

Pembina Yayasan Bapak Dr.Ir.H. Lemen Arjiman, M.Pd mengatakan, luaran atau outcome dari kuliah umum atau studium general ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kepekaan, kesadaran, keinginan, dan kemanusiaan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemandirian dan kemajuan bangsa. Setelah mengikuti studium generale setiap hari Rabu, mahasiswa selanjutnya akan membuat resume sebagai nilai di mata kuliah tersebut.

Menciptakan Generasi Cakap Digital dan Berkarakter serta unggul

Sudah suatu tuntutan bagi generasi muda untuk menjadi insan yang cakap digital di era kemajuan digital seperti sekarang ini. Generasi cakap digital adalah tentang bagaimana generasi Z dan generasi milenial berkolaborasi dalam memperjuangkan bangsa ini dengan memanfaatkan teknologi.

Penguasaan kedua generasi tersebut dalam hal teknologi sangatlah tinggi. Bahkan digitalisasi sudah menjadi bagian penting yang kemudian berkembang menjadi sebuah kebiasaan. Contoh kecilnya saja ketika bangun tidur, keseringan generasi ini akan mencari gadgetnya.

Pada era digital, memanfaatkan teknologi secara tepat dapat menjadi dasar utama dalam pembentukan karakter. Karena tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tidak hanya hal positif saja yang beredar di era digital, tak jarang banyak pula hal negatif yang beredar didalamnya seperti penyebaran berita hoax, propaganda kebencian,  serta radikalisme yang telah massif di media sosial.

Agar karakter generasi muda tidak salah kaprah dan terkontaminasi dengan hal negatif, dibutuhkan peran aktif dari semua pihak sebagai pangkalnya. Pembelajaran di Era digital harus dapat mengarahkan generasi muda ke arah yang benar. Sebaiknya kuatkan karakter anak agar tidak mudah terjerumus dalam provokasi  dan ujar kebencian.

Terakhir acara ditutup dengan penyerahan Piagam Penghargaan untuk Nasumber (Dr. Busthomi Saladin M.A) dan Do’a dipimpin oleh Waket II (Bapak Lalu Akmal Hijrat, M.Si)

0

Add a Comment