SEMINAR KARYA ILMIAH DI KAMPUS: DORONG MAHASISWA UBAH MAKALAH MENJADI ARTIKEL TERPUBLIKASI

Posted by:

Media STITI NTB Lombok Utara, Upaya penguatan budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi kembali mendapat perhatian serius. Hal ini terlihat dalam Seminar Karya Ilmiah yang digelar oleh Kampus STIT Islamiyah NTB dengan mengusung tema “Realisasi Budaya Literasi pada Lingkungan Kampus: Dari Makalah Biasa Menjadi Artikel Terpublikasi”, pada Senin (17 Nov. 2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Kampus STIT Islamiyah NTB ini diikuti oleh mahasiswa mahasiswi dari semua semester, serta dihadiri oleh dosen penulisan ilmiah. Seminar ini bertujuan mendorong mahasiswa agar tidak hanya berhenti pada penyusunan makalah tugas kuliah, tetapi mampu naik ke level yang lebih tinggi, yakni menyusun artikel ilmiah yang layak dipublikasikan pada jurnal akademik.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua III Bid. Kemahasiswaan, Asfa Fikriah, S.Fil.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program strategis kampus untuk membangun ekosistem literasi yang progresif, kegiatan ini dikomandai oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) “Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa karya ilmiah bukan sekadar tugas, tetapi suatu kontribusi intelektual yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Sesi pertama seminar diisi oleh pemateri bidang Tips dan Trik, Dr. Lalu Iwan Eko Jakandar, M.Pd., yang memaparkan langkah-langkah Tips dan Trik sistematis mengubah makalah biasa menjadi artikel yang memenuhi standar jurnal. Beliau menekankan pentingnya perumusan masalah yang kuat, ketepatan metodologi, literatur yang mutakhir, serta orisinalitas tulisan. “Hari ini saya ingin berbagi tips dan trik praktis agar makalah yang selama ini hanya menjadi tugas kuliah bisa ditingkatkan kualitasnya sehingga layak dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Ada beberapa poin penting yang harus kita pahami Bersama”

1. Mulai dari Rumusan Masalah yang Jelas dan Relevan, Makalah sering kali masih bersifat deskriptif, sementara artikel jurnal menuntut kejelasan fokus dan kontribusi. Oleh karena itu, tentukan rumusan masalah yang spesifik, aktual, dan relevan dengan bidang ilmu Anda. Rumusan masalah adalah fondasi utama yang menentukan arah tulisan.

2. Gunakan Literatur yang Mutakhir dan Kredibel, Artikel jurnal harus menunjukkan kedalaman kajian teoritis. Pastikan Anda merujuk penelitian terbaru, minimal lima tahun terakhir, serta sumber yang sudah terverifikasi. Penggunaan referensi yang tepat memperkuat kualitas argumentasi.

3. Perkuat Metodologi Penelitian, Perbedaan paling mencolok antara makalah dan artikel jurnal terletak pada metodologi. Artikel jurnal harus menampilkan desain penelitian yang jelas, teknik pengumpulan data, dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Metodologi yang tepat membuat artikel Anda diterima oleh reviewer.

4. Tunjukkan Orisinalitas, Editor jurnal selalu mengejar aspek kebaruan dan keaslian penelitian. Tanyakan pada diri Anda: “Apa nilai baru yang saya tawarkan?” Hindari tulisan yang bersifat pengulangan dan pastikan tingkat plagiasinya rendah.

6. Ikuti Template dan Aturan Penulisan Jurnal, Setiap jurnal memiliki pedoman penulisan. Pastikan Anda mengikuti struktur, gaya selingkung, format kutipan, jumlah halaman, hingga teknik penulisan daftar pustakanya. Ketaatan pada template adalah salah satu faktor penentu diterimanya artikel Anda.

Sesi kedua seminar diisi oleh pemateri bidang publikasi artikel ilmiah, Muhammad Ali Yunus, S.Sos., M.Ag. “Mahasiswa harus memahami bahwa publikasi adalah bentuk keberanian akademik. Ketika karya dibaca dan dinilai, di situlah proses literasi sejati bekerja,” tegasnya.

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama ketika sesi tanya jawab dibuka. Banyak mahasiswa menanyakan strategi agar artikel dapat lolos review jurnal serta teknik menghindari plagiarisme. Narasumber juga memberikan Tugas setelah seminar untuk memberikan pendampingan langsung bagi mahasiswa yang ingin mempersiapkan artikelnya untuk jurnal kampus maupun jurnal nasional.

Sebagai penutupan acara menyampaikan bahwa budaya literasi di kampus harus menjadi gerakan berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seminar, tetapi menjadi awal lahirnya lebih banyak publikasi ilmiah dari mahasiswa,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kampus STIT Islamiyah NTB menegaskan komitmennya dalam menciptakan generasi akademik yang produktif, kritis, dan mampu memberi kontribusi melalui karya ilmiah berkualitas. Seminar ini diharapkan menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk terus berkarya dan membawa budaya literasi kampus ke level yang lebih maju.

0

Add a Comment