PENGUATAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI SEBAGAI KOMPONEN STRATEGIS SPMI

Posted by:

STITI MEDIA – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Penguatan Pengelolaan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Acara ini diselenggarakan selama dua hari, pada tanggal 18–19 Juni 2025 di Lombok Raya Hotel Mataram, diikuti oleh pustakawan dan pengelola penjaminan mutu dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, perpustakaan perguruan tinggi memegang peran strategis sebagai pusat informasi dan pengetahuan yang mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan nasional yang komprehensif untuk membina dan memperkuat keberadaan serta kualitas perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai bagian penting dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan pusat pengembangan sumber pembelajaran terbuka.

STIT Islamiyah NTB ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan menugaskan 2 (dua) perwakilan yakni: Muhammad Imanuddin (Pengelola Perpustakaan), Muhammad Ali Yunus (Kepala P2M)

    Fungsi dan Peran Strategis Perpustakaan Nasional RI Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) memiliki berbagai fungsi utama, antara lain sebagai perpustakaan deposit, pelestarian, pembina, penelitian, rujukan, dan pusat jejaring pengetahuan. Melalui fungsi pembinaannya, Perpusnas RI berperan dalam membina berbagai jenis perpustakaan, termasuk perpustakaan perguruan tinggi, agar sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

    Langkah-langkah penguatan tersebut meliputi:

    Peningkatan kualitas SDM pengelola perpustakaan melalui pelatihan rutin berbasis standar nasional dan internasional;

    Digitalisasi koleksi dan sistem e-library untuk mendukung pembelajaran daring dan penelitian berbasis data;

    Integrasi perpustakaan dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai bagian dari dokumen mutu institusi;

    Kolaborasi dengan perpustakaan nasional dan kampus lain untuk memperluas jangkauan literatur ilmiah.

    Salah satu pemateri (Andri Yanto, S. Sos., M. I. Kom) menyatakan bahwa perpustakaan memiliki posisi sentral dalam mendukung implementasi SPMI. “Pengelolaan perpustakaan yang baik dapat meningkatkan akses terhadap literatur ilmiah, mendukung kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa, serta menjadi indikator penting dalam akreditasi program studi dan institusi,” ujarnya.

    Saat ini perpustakaan tengah mengembangkan Open Educational Resources (OER) yang dapat diakses publik secara daring. “Dengan penguatan infrastruktur dan keterbukaan akses, kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai ruang tumbuhnya budaya literasi, kolaborasi, dan inovasi akademik,” katanya.

    Program ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang mendorong transformasi perpustakaan sebagai elemen penting dalam penguatan budaya mutu pendidikan tinggi.

    Dengan penguatan tersebut, STIT Islamiyah NTB termotivasi untuk menjadikan perpustakaan sebagai garda depan penjaminan mutu pendidikan dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis teknologi.

    0

    Add a Comment